Economica Sites

Pengembangan Wirausahawan Muda

Ismail Rasulong di Kuala Lumpu

Menerima Sertifikat Pemakalah

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ismail Rasulong, tampil sebagai pembicara pada Forum Ekonomi Islam, di Kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 18 Maret 2017.

Ismail Rasulong yang berangkat ke Kuala Lumpur bersama mantan Dekan FEB Unismuh dan kini menjabat Direktur Humas dan Publikasi Unismuh Makassar, Mahmud Nuhung, serta sejumlah anggota delegasi lainnya, memaparkan makalah berjudul: Model Pengembangan Wirausahawan Muda Bagi Masyarakat Pesisir di Kabupaten Takalar.

Peserta pertemuan adalah anggota Islamic Economic Forum for Indonesian Development, jelas Ismail, dalam rilis yang diterima, Sabtu, 18 Maret 2017.

Selain berkunjung ke Kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), katanya, delegasi Unismuh dan peserta Islamic Economic Forum for Indonesian Development, juga melakukan kunjungan silaturrahim ke Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. (win/hh/ar)

Iklan

Kado Milad 104 Tahun Muhammadiyah

Oleh: Mukhaer Pakkanna

Muhammadiyah lahir 104 tahun yang lalu, tepatnya 8 Zulhijjah 1330 H atau 18 November 1912. Menyetir keterangan Kiai Syudja, murid Kiai Ahmad Dahlan, bahwa ide inti pendirian Muhammadiyah merujuk pada QS. Al Anfal; 24, `Wahai orang-orang beriman, sambutlah panggilan Allah dan Rasul-Nya apabila kamu telah dipanggil kepada apa yang dapat menghidupkan kamu …`.
Apa makna diktum dari pesan ayat tersebut? Kiai Dahlan menafsirkan, Islam sebagai agama rahmat lil `alamin bukan sekadar agama pemuas spritualitas, bukan sebagai kumpulan ajaran ritual, tapi Islam adalah agama amalan, agama praxis. Karena itu, Islam harus kompatibel dengan modernitas. Islam harus aktual dalam proses perubahan. Dengan demikian, ajaran Islam menurut Muhammadiyah harus senantiasa ditafsir ulang sesuai perubahan. (lebih…)

New Open-Access Publisher Has Great Graphics, Lousy Journals — Scholarly Open Access

There’s a new open-access publisher with a great name — Science Research Library — and with great graphics on its main page. However, the rest of the publisher’s website is merely designed to entrap authors.

melalui New Open-Access Publisher Has Great Graphics, Lousy Journals — Scholarly Open Access

UBC, Saatnya “Move On”

image

Pada 15 Februari 2016 saya membaca sebuah laporan yang ditulis di Harian Fajar dengan judul yang membuat saya tiba-tiba terinspirasi. “Rp 13 M untuk Wirausaha Baru”, begitu judul berita dibaca. Dalam tulisan tersebut disebutkan penuturan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sulsel, Syamsul Alam Ibrahim yang menyatakan anggaran tersebut difokuskan untuk program pelatihan. Rp 13 m untuk melatih wirausaha baru dan/Rp 3,5 m untuk pelatihan pengelola koperasi. Program Wirausaha baru ini direncanakan berbasis desa dengan target ada penambahan jumlah wirausaha baru sekira 3000 tiap tahun.

(lebih…)

BUM Desa, Membangun Wirausaha dari Desa

ismailtklarweb

Ket. Foto: Penulis berdiskusi ringan dengan kawan penggiat desa di Takalar

Tulisan ini diinspirasi oleh fenomena yang diceritakan oleh salah seorang kepala desa teman saya di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, tempat kelahiran saya. Beliau menceritakan bahwa BUMDes di desanya belum berjalan karena bingung usaha apa yang cocok dan bisa produktif, padahal sudah ada modal yang disisihkan dari dana Anggaran Dana Desa (ADD), menurut kawan saya ini, hal ini umumnya dialami pula oleh kepala desa yang lain di Kabupaten Takalar. BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa, yang saya tahu telah muncul sinyal kelahirannya sejak di undangkannya UU No. 22 Tahun 2002 kemudian dipertegas kembali dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Selanjutnya semakin nyata kemunculannya sejak diundangkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan lebih spesifik lagi diatur melalui Peraturan Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015.

(lebih…)

Pesona Kebun Raya Massenrempulu Enrekang

enrekang-1Selasa, 9 Pebruari 2016 saya mendampingi mahasiswa untuk studi lapang perencanaan pembangunan di Kabupaten Enrekang. Tempat yang kami kunjungi adalah Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (KRME), suatu kawasan dengan luasan 300 hektar di wilayah Kecamatan Maiwa sekitar 25 km sebelum Kota Enrekang. Jujur, kami baru tahu jika di Enrekang ada juga kebun raya yang ternyata pengelolaannya banyak belajar dari Kebun Raya Bogor. Walaupun rencana awalnya kami akan berkunjung ke pusat pengembangan sutra alam di Enrekang tapi begitu makassar mengetahui ada kebun raya, kami lalu putuskan untuk ke tempat itu.

(lebih…)

Bisnis Center Unismuh: Asa, Sumber Pendanaan Baru

ubc.Bisnis center dalam pengertian umum adalah sebuah pusat bisnis dalam bidang perdagangan barang dan jasa, jika itu tempatnya di perguruan tinggi berarti menyatu dalam kendali organisasi perguruan tinggi bersangkutan. Pengintegrasian kegiatan bisnis dengan pengelolaan pendidikan di dalam satu atap, diilhami oleh kenyataan bahwa sangat tidak mungkin pengelolaan pendidikan tinggi hanya mengandalkan sumber pendanaan dari mahasiswa. Bagi kampus swasta, tentu saja hal ini akan memberatkan, karena di satu sisi pengelolaan pendidikan tinggi sejantinya tidak berorientasi profit tapi lebih ke aspek sosial namun di sisi yang lain ada tuntutan peningkatan kualitas yang konsekuensinya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

(lebih…)

%d blogger menyukai ini: