Economica Sites

Beranda » Uncategorized » Artikel » Mengapa Harus Wirausaha ?

Mengapa Harus Wirausaha ?

https://i2.wp.com/kreativprodukt.com/wp-content/uploads/2014/11/Wirausaha-Muda-Mandiri-2015.jpgMemulai kembali postingan setelah sekian lama absen memang tidak mudah. Ada harapan dalam benak untuk menulis topik yang benar-benar urgen untuk diketahui oleh khalayak pembaca blog ini yang menyasar secara khusus mahasiswa saya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan tentu saja tidak terbatas untuk siapa saja yang kebetulan “secara tidak sengaja” singgah di blog ini.

Wirausaha, topik ini terpilih untuk ditulis dan di publish. Pertimbangan pragmatisnya karena saat ini, saya termasuk salah seorang yang menerima amanah untuk menyusun modul kewirausahaan terapan di Universitas Muhammadiyah Makassar kerjasama dengan Humber Business School Canada yang dikemas dalam Proyek Sulawesi Economic Development Strategy (SEDS).

Jika kita melakukan penelusuran lebih jauh, banyak sekali ditemukan alasan-alasan mengapa wirausaha itu penting, tidak hanya untuk dipelajari semata, tetapi juga diaplikasikan oleh kalangan anak muda Indonesia. Olehnya itu, mengambil peran di dalamnya tentu akan sangat bermanfaat guna mendorong lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda di masa mendatang. Banyak sekali fenomena yang menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi menjadi salah satu pintu masuk untuk menebar virus-virus wirausaha bagi kaum muda di Indonesia. Lihatlah, betapa pasar kerja di sektor formal kita mulai jenuh untuk menampung angkatan kerja terdidik yang dihasilkan perguruan tinggi setiap tahunnya, sehingga jika tidak diberi solusi, akan menjadi “bom” menakutkan di kemudian hari.

Data statistik menunjukkan, jumlah Angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 sebanyak 128,3 juta orang, bertambah sebanyak 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014 atau bertambah sebanyak 3,0 juta orang dibanding Februari 2014. Penduduk bekerja pada Februari 2015 sebanyak 120,8 juta orang, bertambah 6,2 juta orang dibanding keadaan Agustus 2014 atau bertambah 2,7 juta orang dibanding keadaan Februari 2014. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2015 sebesar 5,81 persen menurun dibanding TPT Agustus 2014 (5,94 persen), dan meningkat dibandingkan TPT Februari 2014 (5,70 persen).

Selama setahun terakhir (Februari 2014–Februari 2015) kenaikan penyerapan tenaga kerja terjadi terutama di Sektor Industri sebanyak 1,0 juta orang (6,43 persen), Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 930 ribu orang (5,03 persen), dan Sektor Perdagangan sebanyak 840 ribu orang (3,25 persen).

Banyaknya pengangguran yang saat tenjadi karena berbagai faktor baik pada diri seseorang maupun negara kita. Pengangguran bukan hanya terjadi pada daerah pedesaan namun di perkotaan pun pengangguran ini banyak terjadi. Di daerah perkotaan penggangguran terjadi karena persyararatan untuk mendapatkan pekerjaan terlalu sulit bahkan untuk lulusan sarjana saja sangat sulit mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun saat ini pengangguran dapat dikurangi dengan adanya wirausaha. Keberadaan wirausaha ini sangat membantu dalam mengurangi adanya pengangguran terutama di perkotaan. Memang dulu banyak orang menyepelekan seorang wirausaha karena pekerjaan tersebut dianggap hanya untung-untungan saja atau pekerjaan yang tidak pasti.

Namun demikian, dibalik seorang wirausaha mereka bisa menjadi sukses dan bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada mereka yang bekerja sebagai PNS atau pegawai kantoran. Oleh karena itu, menjadi wirausahawan merupakan suatu pekerjaan untuk menciptakan bisnis baru dengan ide sendiri atau meniru suatu pekerjaan yang telah dijalankan oleh orang lain dengan cara sendiri. Wirausaha ini merupakan keinginan seseorang untuk menjalankan bisnis dengan modal sendiri dan mereka harus memiliki kesiapan untuk menanggung untung dan rugi dalam menjalankan kegiatannya.

Menjadi seorang wirausaha bukanlah hal yang mudah namun mereka harus bisa menanggung semua resiko yang terjadi pada usaha mereka. Dalam usaha atau menjalankan bisnis tentu saja semua akan ada untung dan ruginya. Wirausaha diliputi ketidakpastian antara keuntungan dan kerugian. Jika seseorang ingin menjadi wirausaha yang sukses maka dia harus memiliki kesiapan dan mental yang kuat.

Wirausaha akan memberi peluang bagi orang lain untuk mendapatkan pekerjaan. Seorang wirausaha tentu tidak akan bekerja sendiri sehingga mereka memerlukan bantuan orang lain untuk menjalankan bisnisnya. Bahkan ketika seorang wirausahawan mencapai kesuksesan dalam bisnisnya mereka pasti membuka kesempatan kerja kepada orang lain sebagai karyawannya. Di negara kita, wirausaha semakin diminati orang karena sulitnya mencari pekerjaan. Jika bekerja dikantor harus dengan ijazah yang tinggi dan beberapa persyaratan rumit namun wirausaha tidak membutuhkan ijazah yang tinggi bahkan mereka yang tidak pernah sekolah pun juga bisa menjalankan bisnis sendiri.

Sebagian besar pengangguran memang berasal dari mereka yang berpendidikan rendah sehingga keberadaan wirausaha ini sangat membantu mereka yang kesulitan mencari pekerjaan. Untuk memulai menjadi seorang wirausaha seseorang dituntut untuk memahami dan terampil dalam menjalankan usaha yang akan mereka jalankan. Pemahaman yang cukup tentang usaha yang akan dijalankan bisa menghindarkan seseorang dari kemungkinan resiko kerugian. Saat ini banyak wirausaha yang dijalankan baik remaja maupun dewasa. Mereka berfikiran bahwa menjadi seorang wirausahawan juga bisa mendapatkan gaji yang besar sama seperti pegawai bahkan bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat. Padahal, berwirausaha tidak dituntut modal besar dan pendidikan yang tinggi namun keberhasilannya tergantung dari diri seseorang. Di negara kita saat ini menjadi wirausahawan cukup mudah sehingga ini bisa menjadi pilihan agar pengangguran bisa dikurangi.

Alhamdulillah, patut disyukuri karena Sebagian besar mahasiswa saat ini sudah mulai sadar betapa pentingnya wirausaha sebagai salah satu upaya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Asean Free Trade Area (AFTA) 2015. Namun tak sedikit pula mahasiswa yang masih memandang sebelah mata terhadap pilihan yang sebenarnya memungkinkan terciptanya lapangan kerja baru ini. Salah satu momen penting, adalah bermunculannya pelaku usaha kreatif yang sebagian besar digawangi oleh para mahasiswa dan generasi muda. Bahkan kegiatan usaha kreatif itu pula yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia pada saat diterpa krisis ekonomi. Berbagai upaya dan fasilitasi telah dilakukan pemerintah untuk menumbukan jiwa entrepreneur. Stimulus pembiayaan bagi pelaku usaha muda juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pelaku usaha muda.

Namun demikian, perlu pula diingat bahwa seorang wirausaha tidak harus menekuni bidang bisnis. Mereka dapat menjadi seorang wirausaha dibidang pekerjaan mereka masing-masing. Para wirausahawan dibidang non bisnis adalah mereka yang mampu membuat perbedaan, perubahan dan pertumbuhan positif dalam profesi dan pekerjaan mereka. Contohnya Gubernur Sulawesi selatan Syahrul Yasin Limpo yang berhasil merealisasikan ide-idenya, antara lain pendidikan gratis dan kesehatan gratis di provinsi Sulawesi selatan, menurutnya hal dasar dalam mensejahterakan rakyat dan membuat suatu bangsa maju terletak dari tingkat pendidikan suatu rakyat atau bangsa dan hak dasar manusia sebenarnya adalah kesehatan, karena tidak akan makmur suatu bangsa bila kesehatannya tidak diperhatikan,oleh karena itu Syahrul Yasin Limpo berusaha mewujudkan ide ini, dan sekarang ini dapat dilihat, Pendidikan gratis telah direalisasikan kini hampir di seluruh kabupaten di sulawesi selatan sampai tingkat SMA,terakhir janjinya kini untuk membiayai serta memfasilitasi SPP tahun pertama untuk para mahasiswa Sulawesi selatan.  Dibidang kesehatan, rumah sakit yang ditunjuk  menggratiskan biaya kesehatan yakni melayani pasien dengan hanya menerima pembayaran fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

%d blogger menyukai ini: